√ Rangkuman Materi IPA kelas 6 SD ~Persiapan Ujian Sekolah - Ujian Sekolah

Rangkuman Materi IPA kelas 6 SD ~Persiapan Ujian Sekolah

Rangkuman Materi IPA kelas 6 SD ~Persiapan Ujian Sekolah


Rangkuman Materi IPA kelas 6 SD Pada kali ini website ujiansekolah.com akan membahas tentang rangkuman materi pelajaran IPA untuk kelas 6 SD. Materi rangkuman IPA untuk kelas 6 SD ini diharapkan bisa mempermudah siswa dalam belajar dan meningat materi pelajaran yang sudah diberikan.

Adapun rangkuman materi pelajaran IPA dibagi beberapa bahasan antara lain :

  1. Ciri Khusus Makhluk Hidup dan Lingkungan Hidupnya
  2. Perkembangbiakan Makhluk Hidup
  3. Keseimbangan Ekosistem
  4. Pelestarian Hewan dan Tumbuhan
  5. Konduktor dan Isolator Panas
  6. Tata Surya

1.Ciri Khusus Makhluk Hidup dan Lingkungan Hidupnya

Ada beberapa jenis adaptasi makhluk hidupyang kita kenal yaitu; adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku

  • Adaptasi Morfologi : merupakan suatu penyesuian makhluk hidup terhadap lingkungannya berdasarkan pada perubahan bentuk dan struktur luar baguan tubuhnya.contoh : kulit keras yang dimiliki kura-kura, trenggiling dan buaya adalah sebagai bentuk adaptasi pelindungan melalui struktur tubuhnya.

  • Adaptasi Fisiologi : merupakan jenis penyesuaian makhluk hidupyang didasarkan pada proses-proses yang terjadi di dalam tubuh mahkluk hidup yang bersangkutan. contoh : jaringan tubuh unta mampu menyimpan air, dengan demikian hewan inimampu bertahan di daerah padang pasair dalamwaktu yang lama tanpa minum

  • Adaptasi Tingkah laku : merupakan penyesuaian makhluk hidup terhadap ligkungannya melalui tingkah lakunya. contoh : bunglon akan merubah warna tubuhnya sesuai dengan tempat hinggapnya untuk mengelabui mangsanya.

  • Hewan dan tumbuhan memiliki ciri-ciri khusus untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya

  • Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi untuk mencari makanan.

  • Cicak dan tokek memiliki telapak kaki yang mempunyai guratan dan lengket sehingga bisa merayap di dinding dan langit-langit tanpa terjatuh.

  • Bunglon bisa mengubah warna tubuhnya, memiliki lidah yang panjang dan lengket untuk menangkap mangsa.

  • Unta memiliki punuk di punggung yang berisi lemak sebagai cadangan makanan

  • Penguin memiliki bulu tebal dan lapisan lemak di bawah kulit untuk melindungi diri dari rasa dingin.

  • Teratai memiliki batang berongga udara yang berfungsi membawa oksigen ke batang dan akar.

  • Bunga Raflesia dapat mengeluarkan bau busuk seperti bangkai untuk menarik lalat datang agar membantu proses penyerbukan.

  • Kantong semar dan venus memiliki daun yang dapat menangkap serangga sebagai makanan.

  • Kaktus memiliki batang yang tebal dan dapat menyimpan air sebagai bekal hidup di gurun pasir yang panas dan tandus. Rangkuman Refleksi

2. Perkembangbiakan Makhluk Hidup

Setiap makhluk hidup berusaha melestarikan jenisnya dari kepunahan. Oleh karena itu, setiap makhluk hidup memliki kemampuan untuk berkembang biak.

  • Berkembang biak artinya menghasilkan makhluk hidup baru dengan mewariskan sifat-sifat yang dimiliki kepada keturunannya.

  • Perkembangan dan pertumbuhan manusia setelah dilahirkan diawali dari bayi, lalu bekembang menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan usia lanjut.

  • Pada masa pubertas, tubuh laki-laki dan perempuan mengalami perubahan untuk persiapan berkembang biak.

  • Perubahan pada laki-laki antara lain telah mulai mimpi basah, dada terlihat bidang, tumbuh kumis dan jenggot, tumbuh jakun, suara lebih berat, organ kelamin membesar.

  • Perubahan pada perempuan antara lain telah mengalami menstruasi (haid), payudara dan pinggul membesar, tumbuh rambut halus di bagian-bagian tertentu dari tubuh.

  • Cara perkembangbiakan hewan dan tumbuhan ada dua macam, yaitu secara vegetatif (tidak kawin) dan secara generatif (kawin).

  • Perkembangbiakan secara vegetatif (tidak kawin), yaitu individu baru (anak) berasal hanya dari satu induk saja sehingga individu baru merupakan bagian tubuh induknya. Sifat-sifat individu baru sama persis dengan induknya.

  • Perkembangbiakan secara generatif (kawin), yaitu individu baru (anak) merupakan hasil perkawinan antara induk jantan dan induk betina. Perkawinan atau pembuahan adalah proses peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina.

  • Tumbuhan berkembang biak dengan cara generatif melalui penyerbukan pada bunga yang menghasilkan biji sebagai calon tumbuhan baru.

  • Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji. Putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Sedangkan benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan.

  • Perkembangbiakan generatif diawali dengan proses penyerbukan. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari di atas kepala putik

  • Perkembangbiakan vegetatif dibedakan menjadi vegetatif alami dan vegetatif buatan.

  • Perkembangbiakan pada tumbuhan tidak berbiji antara lain dengan cara membelah diri dan spora.

  • Perkembangbiakan hewan tak bertulang belakang (invertebrata) terjadi secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif misalnya dengan tunas, membelah diri, dan spora. Sedangkan perkembangbiakan generatif misalnya anisogami dan konjugasi.

  • Perkembangbiakan manusia terjadi melalui perkawinan, yaitu peleburan antara sperma (dari laki-laki) dengan sel telur/ovum (dari perempuan). Pembuahan menghasilkan zigot yang berkembang menjadi embrio. Embrio berkembang menjadi janin di dalam rahim wanita dan kemudian lahirlah bayi.

3. Keseimbangan Ekosistem

  • Setiap ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu komponen bitoik yang terdiri dari semua makhluk hidup dan komponen abiotik yang terdiri dari makhluk tak hidup.

  • Ekosistem dapat mengalami perubahan secara alamiah dan pengaruh kegiatan manusia.

  • Berbagai kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi ekosistem suatu lingkungan adalah sebagai berikut:
    1. Penebangan dan pembakaran hutan secara liar dapat menyebabkan suatu lingkungan menjadi tandus, banjir, dan kematian hewan dan tumbuhan hutan.
    2. Perburuan liar dapat menyebabkan musnahnya suatu jenis makhluk hidup.
    3. Penggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan dapat menyebabkan kematian dan terganggunya kehidupan makluk hidup yang lain.
    4. Pembuangan limbah dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara.
  • Pemanfaatan bagian tumbuhan dan hewan yang dapat menganggu keseimbangan lingkungan adalah sebagai berikut:
    1. Penebangan beberapa jenis tumbuhan (pohon jati dan gaharu) yang dapat dimanfaatkan manusia dan tidak diikuti penanaman kembali.
    2. Mengambil tanaman anggrek di hutan-hutan secara keseluruhan menyebabkan jenis anggrek mengalami kepunahan.
    3. Memburu hewan di hutan (gajah, harimau, dan ular) sehingga jumlahnya menjadi berkurang.
    4. Memburu buaya untuk diambil kulitnya.
  • Pemanfaatan hewan dan tumbuhan yang tidak disertai dengan pengembangbiakan akan mengganggu keseimbangan alam. Oleh karena itu manusia perlu mengembangbiakkannya.

  • Bagian tubuh tumbuhan yang dimanfaatkan manusia antara lain buah, daun, batang, serta akarnya. Pemanfaatan batang tumbuhan dapat mematikan tumbuhan tersebut. Oleh karena itu kita juga harus mengembangbiakkannya agar tidak punah.

4. Pelestarian Makhluk Hidup

  • Berbagai kegiatan manusia dapat berpengaruh terhadap keberadaan hewan dan tumbuhan.

  • Hewan-hewan yang hampir punah, di antaranya badak bercula satu harimau sumatera, burung cenderawasih, komodo, orangutan, anoa, dan burung kasuari.

  • Jenis tumbuhan yang hampir punah, antara lain bunga bangkai Rafflesia arnoldi, kayu cendana, dan anggrek hitam.

  • Pelestarian makhluk hidup bertujuan untuk menjaga agar makhluk hidup tidak punah.

  • Pelestarian tumbuhan dapat dilakukan dengan cara melakukan tebang pilih, reboisasi, dan pembuatan cagar alam.

  • Untuk mencegah kepunahan hewan, pemerintah menetapkan cagar alam dan suaka margasatwa untuk melindungi hewan dan tumbuhan dari kepunahan.

  • Beberapa langkah yang telah dilakukan adalah dengan inseminasi buatan pada hewan dan kultur jaringan pada tumbuhan.

  • Keberhasilan dalam mencegah kepunahan bukan tugas pemerintah semata, namun kita juga ikut berpartisipasi dengan tidak memlihara, menjual, dan memburu hewan dan tumbuhan langka.

5. Isolator dan Konduktor Panas

  • Panas disebut juga kalor. Panas atau kalor merupakan suatu bentuk energi.

  • Temperatur atau suhu adalah ukuran panas atau dinginnya suatu benda.

  • Panas atau kalor dapat merambat atau berpindah. Perpindahan kalor terjadi dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih dingin.

  • Berdasarkan sifat penghantar panas, benda dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu konduktor dan isolator.

  • Konduksi adalah peristiwa perpindahan panas dari zat yang bersuhu tinggi ke zat yang bersuhu rendah melalui suatu bahan penghantar.

  • Konduktor panas adalah benda yang cepat atau dapat menghantarkan panas dengan baik. Contoh bahan konduktor panas adalah logam dan kaca.

  • Isolator panas adalah benda yang lambat atau tidak dapat menghantarkan panas. Contoh bahan isolator panas adalah kayu, plastik atau ebonit, dan kain.

  • Logam dan kaca bersifat konduktor sehingga digunakan untuk membuat alat-alat masak atau alat rumah tangga, seperti wajan, cerek, panci, dan setrika.

  • Kayu, plastik, dan kain bersifat isolator sehingga digunakan untuk membuat alatalat rumah tangga, seperti: gagang sodet, gagang wajan, pegangan cerek,dan pegangan setrika.

  • Besi lebih cocok sebagai bahan untuk membuat setrika dibandingkan dengan alumunium. Besi merupakan logam yang menghantarkan panas secara bertahap. Besi juga bersifat berat sehingga lebih mudah menghaluskan pakaian.
6. Tata Surya

  • Matahari adalah pusat tata surya.

  • Ada delapan planet yang mengelilingi Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

  • Planet yang memiliki lintasan terdekat ke Matahari adalah Merkurius

  • Planet yang memiliki lintasan terjauh ke Matahari adalah Neptunus.

  • Bumi merupakan satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup

  • Yupiter adalah planet terbesar dalam tata surya

  • Asteroid adalah benda langit berukuran kecil yang berada di antara planet Mars dan planet Yupiter dan mengelilingi Matahari.

  • Komet adalah benda langit yang terbentuk dari debu, es, dan gas yang membeku serta bentuknya panjang seperti ekor.

  • Meteoroid adalah benda langit yang terdiri atas bahan padat seperti batuan dan logam yang terdapat di antara planet-planet. Bergerak dengan kecepatan tinggi. Meteoroid yang menembus atmosfer akan bergesekan dan hancur sebelum mencapai bumi. Batuan meteor yang sampai ke bumi dinamakan meteorit.

  • Satelit merupakan pengiring planet. Satelit terbagi dua, yaitu satelit alam, misalnya bulan, dan satelit buatan, misalnya satelit Palapa.

  • Gerak bumi pada porosnya disebut rotasi bumi. Pengaruhnya akan terjadi siang dan malam, gerak semu harian, dan pembagian waktu.

  • Gerak bumi mengelilingi matahari disebut revolusi bumi. Pengaruhnya akan terjadi perubahan musim. Kemiringan sumbu rotasi bumi akan mengakibatkan perbedaan musim antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.

  • Tiga gerakan yang dilakukan bulan, yaitu berputar pada porosnya (rotasi bulan), mengelilingi bumi (revolusi bulan), dan bersama-sama bumi mengelilingi matahari.

  • Waktu rotasi bulan sama dengan waktu revolusi bulan sehingga permukaan bulan yang tampak dari bumi selalu sama.

  • Revolusi bulan mengakibatkan terjadinya fase-fase bulan.

  • Gerhana bulan terjadi apabila posisi bumi berada di antara bulan dan matahari dan membentuk garis lurus. Ada dua jenis gerhana bulan, yaitu gerhana bulan total dan gerhana bulan sebagian.

  • Gerhana matahari terjadi apabila posisi bulan berada di antara bumi dan matahari serta membentuk garis lurus. Ada tiga jenis gerhana matahari yaitu, gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.

  • Tahun Masehi (tahun syamsiah) dihitung berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari.

  • Tahun Hijriah (tahun komariah) dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi.