√ Rangkuman IPS Kelas 6 SD~ Persiapan Ujian Sekolah - Ujian Sekolah

Rangkuman IPS Kelas 6 SD~ Persiapan Ujian Sekolah

Rangkuman IPS Kelas 6 SD~ Persiapan Ujian Sekolah

Pada kali ini website ujiansekolah.com akan membahas tentang rangkuman materi pelajaran IPS untuk kelas 6 SD.
Materi rangkuman IPS untuk kelas 6 SD ini diharapkan bisa mempermudah siswa dalam belajar dan mengingat materi pelajaran yang sudah diberikan.

Rangkuman materi pelajaran IPS dibagi beberapa bahasan antara lain :
  • PETA
  • KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN SERTA PEMBAGIAN WAKTU DI INDONESIA
  • PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN PENJAJAH
  • PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA DAN PERUMUSAN DASAR NEGARA
  • PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI
  • EKSPOR DAN IMPOR

A.PETA

Peta adalah gambaran secara keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi pada suatu bidang datar dengan skala tertentu.

Komponen-komponen Peta
  1. Judul, yaitu nama peta. Misalnya, Peta Pulau Kalimantan, Peta Provinsi Jawa Tengah, dan sebagainya.

  2. Skala, yaitu perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya. Skala ada dua macam, yaitu skala angka dan skala garis.

    a. Skala angka

    Skala 1 : 1.000.000 Artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 1.000.000 cm jarak sesungguhnya. Atau jarak 1 cm pada peta sama dengan 10 km pada jarak permukaan bumi.

    b.Skala garis

  3. Legenda, yaitu keterangan gambar yang terdapat pada peta untuk mewakili setiap kenampakan alam


  4. Orientasi, yaitu penunjuk arah, biasanya ada anak panah ke atas yang menunjukkan arah utara

  5. Garis tepi peta, yaitu batas-batas gambar bagian tepi dan berfungsi sebagai tempat angka-angka derajat astronomis suatu wilayah di permukaan bumi.

  6. Tata warna, yaitu pemberian warna untuk memperjelas perbedaan satu tempat dengan tempat lainnya di permukaan bumi yang sebenarnya.
    Misalnya:

    - Warna biru, menunjukkan laut, sungai, atau danau
    - Warna merah, menunjukkan batas wilayah dan jalan raya
    - Warna hitam, menunjukkan kota, gunung, jalan kereta api
    - Warna hijau, menunjukkan dataran rendah
    - Warna kuning, menunjukkan dataran tinggi
    - Warna coklat, menunjukkan pegunungan
    - Warna putih, menunjukkan daerah bersalju

    Satu jenis warna dapat menggambarkan perbedaan kedalaman atau ketinggian suatu tempat. Misalnya warna biru muda menggambarkan laut yang dangkal (kedalamannya kurang dari 200 m). Warna biru tua menggambarkan laut yang dalam (kedalamannya lebih dari 200 m).

B.KENAMPAKAN ALAM DAN BUATAN SERTA PEMBAGIAN WAKTU DI INDONESIA

  • Wilayah negara kita sangat luas. Akibat luasnya wilayah Indonesia, maka terdapat beragam kenampakan alam, perbedaan cuaca antardaerah, perbedaan flora dan fauna, serta pembagian tiga daerah waktu.

  • Kenampakan alam adalah bentuk permukaan bumi yang terjadi secara alami. Contohnya gunung, sungai, lembah, danau, pantai, teluk, tanjung, dan pegunungan. Gunung-gunung yang terdapat di Indonesia antara lain G. Lauser, G. Sibayak, G. Kratau, G. Ceremai, G. Kelud, G. Merapi, G. Lampobattang, G. Agung, G. Batur, G. Rinjani, dan G. Ranakah. Sungai-sungai besar di Indonesia antara lain Sungai Asahan, Kampar, Musi, Bengawan Solo, Berantas, Kapuas, Mahakam, dan Memberamo. Danau-danau yang terkenal di Indonesia antara lain Danau Toba, Singkarak, Kerinci, Rawa Pening, Tempe, dan Sentani.

  • Di Indonesia juga terdapat bermacam-macam kenampakan buatan. Kenampakan buatan adalah bentuk permukaan bumi yang sengaja dibuat oleh manusia. Contoh kenampakan buatan adalah bendungan/waduk, jalan raya, pelabuhan, dan lapangan udara.

  • Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu. Daerah Waktu Indonesia Barat (WIB) meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA) meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. Daerah Waktu Indonesia Tengah (WIT) meliputi Maluku dan Papua

C.PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN PENJAJAH

  • Belanda datang ke Indonesia pada 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tujuannya untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.

  • Pada 1602 Belanda mendirikan kongsi dagang yang disebut VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) di Batavia. Gubernur jenderal VOC yang pertama adalah Pieter Both.

  • Dibawah Daendels, Belanda melakukan kerja paksa (rodi) untuk membuat jalan raya yang membentang dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur).

  • Pada 1830 Van den Bosch memberlakukan sistem tanam paksa atau Cultuur Stelsel. Tujuannya untuk mengambil pajak atas tanah dengan cara menyetor hasil bumi.

  • Belanda mendapat perlawanan di berbagai daerah. Beberapa tokoh daerah yang melawan Belanda, antara lain Pattimura, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja XII, Raja Buleleng dan Gusti Ketut Jelantik.

  • Jepang datang ke Indonesia pada 1942. Pada masa penjajahan Jepang bertindak kejam, menindas, dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Kekejaman penjajahan Jepang, antara lain kerja paksa atau romusha.

  • Perlawanan terhadap Jepang terjadi di berbagai tempat. Contohnya di Aceh, di Desa Sukamanah Tasikmalaya, Indramayu, dan perlawanan Peta.

D. PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA DAN PERUMUSAN DASAR NEGARA

  • Beberapa usaha untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, yaitu:

    1. Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). BPUPKI ini diresmikan pada 29 Mei 1945. Ketuanya adalah dr. Radjiman Wedyodiningrat. BPUPKI bertugas mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berkenaan dengan masalah tata pemerintahan

    2. Pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). PPKI bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno. Hal-hal penting yang dilakukan oleh PPKI, yaitu:

      a. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945
      b. Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden.
      c. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang bertugas membatu presiden dan wakil presiden sebelum lembaga resmi terbentuk.


  • Tokoh-tokoh yang berperan dalam mempersiapkan kemerdekaan, antara lain Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Prof. Dr. R. Soepomo, S.H., Prof. Dr. R. Soepomo, S.H., dan Prof. Mohammad Yamin, S.H.

  • PPKI dibentuk setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya. PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno. Lembaga ini bertugas mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan masalah ketatanegaraan bagi Indonesia baru. PPKI melakukan beberap kali persidangan. Hasil persidangan PPKI, antara lain: mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Presiden, membentuk 12 departemen, dan menetapkan pembagian wilayah negara RI menjadi 8 provinsi.

  • Bentuk negara dan dasar negara dibahas secara sungguh-sungguh oleh anggota BPUPKI dan PPKI. Banyak tokoh yang mengusulkan bentuk negara. Selain itu, ada tiga tokoh yang mengusulkan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Supomo, dan Soekarno. Nama “Pancasila” untuk dasar negara diusulkan oleh Ir. Soekarno.

  • Rumusan dasar negara, Pancasila, terdapat dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945. Rumusan itu bukan rumusan dasar negara yang diusulkan Mohammad Yamin, Supomo, maupun Soekarno. Rumusan dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi:

    1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
    2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
    3. Persatuan Indonesia
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

E. PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI

  • Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sangat penting bagi bangsa Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan menjadi puncak perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Proklamasi Kemerdekaan juga menandai lahirnya Negara Indonesia.

  • Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikuasai oleh Jepang. Namun kedudukan Jepang mulai terdesak oleh pasukan Sekutu. Akhir- nya, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 14 Agus- tus 1945. Ini merupakan kesempatan emas bagi Bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

  • Untuk memproklamasikan kemerdekaan negara bukanlah hal yang mudah. Tokoh-tokoh bangsa golongan muda dan golongan tua berbeda pendapat tentang cara memproklamasikan kemerdekaan. Golongan muda menginginkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di luar rapat PPKI. Karena mereka menganggap bahwa PPKI adalah lembaga buatan Jepang. Sementara golongan tua berpendapat sebaiknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dalam rapat PPKI. Hal ini dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah. Perten- tangan kedua golongan memuncak pada peristiwa penculikan. Sukarno- Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok.

  • Namun akhirnya terjadi juga kesepakatan, Proklamasi Kemerdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah Proklamasi pun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Sukarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep naskah proklamasi ditulis oleh Sukarno. Setelah itu naskah itu diketik oleh Sayuti Melik.

  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di kediaman Sukarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno di dampingi Bung Hatta memproklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya.

F. EKSPOR DAN IMPOR

  • Ekspor adalah kegiatan menjual atau mengirim barang dagangan ke luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta asing

  • Impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang- barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta asing.

  • Kegiatan ekspor adalah kegiatan memasok suatu komoditi ke negara lain atau kepada orang asing dengan pembayaran menggunakan valuta asing.

  • Komoditi adalah setiap barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya.

  • Konsumen adalah mereka yang membutuhkan, menginginkan, dan mampu membeli komoditi yang ditawarkan.

  • Ada beberapa faktor yang dapat menjadikan suatu komoditas mempunyai keunggulan tertentu yaitu: faktor alam, faktor biaya produksi, dan faktor teknologi.

  • Pada umumnya komoditi yang akan diekspor haruslah memenuhi syarat- syarat tertentu. Adapaun syarat-syarat tersebut adalah:
    a. Mempunyai daya saing tinggi.
    b. Setiap peralatan harus dilengkapi dengan petunjuk pemakaian.
    c. Setiap komoditi diberi warna,ukuran dan bentuk yang sesuai dengan selera konsumen setempat.

  • Secara garis besar terdapat tiga hambatan pokok dalam pemasaran komoditas negara Indonesia yaitu:
    - daya saing yang rendah dalam harga dan waktu penyerahannya,
    - anggapan bahwa daya saing merupakan masalah eksportir sendiri
    - saluran pemasaran yang tidak berkembang di luar negeri.