√ Rangkuman Materi PPKn Kelas 6 SD ~Persiapan Ujian Sekolah - Ujian Sekolah

Rangkuman Materi PPKn Kelas 6 SD ~Persiapan Ujian Sekolah

Rangkuman Materi PPKn Kelas 6 SD ~Persiapan Ujian Sekolah

Pada kali ini ujiansekolah.com membahas tentang rangkuman materi muatan pelajaran PPKN kelas 6 SD. rangkuman ini dibuat untuk mempermudah dan mengingat materi pelajaran yang sudah disampaikan.

Berikut ini Rangkuman atau ringkasan materi PPKN kelas 6 SD

Catatan:
Lihat bagian bawah postingan ada angka 1- 6,
angka tersebut menunjukkan halaman.
Setiap halaman beda bahasan.klik angkanya untuk akses halamannya


A.Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Sila-Sila Pancasila

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia bukan lagi suatu hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Dari zaman dahulu, nilai-nilai Pancasila memang sudah terkandung dalam kehidupan sosial budaya masyarakat kita. Nilai-nilai tersebut telah meliputi berbagai aspek kehidupan dan masih tetap dipelihara sampai saat Ini.

Nilai-nilai Pancasila perlu sekali kita kembangkan dalam kehidupan sosial budaya. Hal ini dimaksudkan agar tercipta suasana yang tenang,sejahtera, damai, dan aman. Tanpa nilai-nilai tersebut, kita tidak akan dapat mencapai semua itu.



1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

Beriman kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya. Nilai yang terkandung dalam sila ini juga mengharuskan kita untuk saling menghormati dan bekerja sama antarpemeluk agama yang berbeda-beda. Kita tidak boleh memaksakan suatu agama dan keperyaaan kepada orang lain, kita harus saling menghormati kebebasan dalam menjalankan ibadah.



2. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Setiap warga negara hendaklah mengakui persamaan derajat,persamaan kewajiban antara sesama manusia sebagai asas kebersamaan bangsa Indonesia, dan persamaan hak. Dengan menjunjung tinggi persamaan derajat, hak, dan kewajiban, makaseluruh bangsa Indonesia bersama- sama akan mampu menegakkan dan juga memelihara kebersamaan.

Penerapan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mengembangkan rasa saling mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan.

3. Nilai Persatuan Indonesia

Makna dan nilai yang terkandung dalam sila ini adalah menjaga persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Dengan menerapkan sikap cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa dan negara, serta memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.



4. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama. Kedudukan yang sama tersebut hendaknya digunakan secara sadar dengan mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Selain itu, warga negara Indonesia harus selalu mengutamakan musyawarahuntuk mufakat dalam menyelesaikan suatu persoalan bersama.

Penerapan dalam sikap sehari-hari adalah dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, serta mengutamakan budaya musyawarah dalam menyelesaikan masalah dengan diliputi oleh semangat kekeluargaan.



5. Nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kita harus menghindarkan diri dari sifat pemborosan, selalu bergaya hidup mewah, dan perbuatan-perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Bekerja keras dan menghargai hasil kerja keras orang lain sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sikap kebersamaan. Di samping itu, harus dikembangkan pula sikap adil terhadap sesama, menghormati hak orang lain, serta menolong dan menghargai orang lain.

B.Perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila

Perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Sekolah
  • Memilih teman hanya yang kaya saja
  • Tidak mau meminjamkan peralatan sekolah kepada teman.
  • Menyontek
  • Berkelahi
  • Tidak mau mengikuti upacara bendera
  • Mengejek teman

Perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Rumah
  • Tidak melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya
  • Tidak mau berbagi makanan dengan anggota keluarga yang lain
  • Bermalas-malasan
  • Membantah orang tua
  • Memaksakan kehendak kepada anggota keluarga
  • Berbohong


Perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat
  • Tidak mau menjenguk tetangganya yang sakit
  • Melarang orang lain melakukan peribadahan sesuai dengan agamanya
  • Minum-minuman keras dan berjudi
  • Tidak mau mengikuti kegiatan kerja bakti, ronda, dan rapat lingkungan
  • Suka pamer kekayaan
  • Mencuri
  • Menganiaya teman
  • Melakukan kekerasan

C.Tanggung Jawab sebagai Warga Masyarakat

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Setiap individu mempunyai tanggung jawab, karena tanggung jawab bersifat kodrati yaitu menjadi bagian dari kehidupan manusia. Jadi, setiap individu mempunyai tanggung jawab. Tanggung Jawab setiap individu meliputi berbagai jenis sebagai berikut:



1) Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian, bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri.


2) Tanggung Jawab terhadap Keluarga

Tanggung jawab terhadap keluarga menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga, baik ayah, ibu, maupun anak. Dalam sebuah keluarga, tanggung jawab anggota keluarga menyangkut upaya menjaga nama baik keluarga, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menjaga keselamatan.


3) Tanggung Jawab terhadap Masyarakat

Tidak ada seorang pun yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Atas dasar kebutuhan ini, seseorang melakukan komunikasi dengan orang lain sehingga terbentuklah masyarakat. Dalam sebuah masyarakat, setiap anggota mempunyai tanggung jawab ikut serta menjaga kelangsungan hidup warga masyarakat. Oleh karena itu, segala tingkah laku dan perbuatan setiap anggota masyarakat hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


4) Tanggung Jawab terhadap Bangsa dan Negara

Setiap orang yang tinggal dan menetap dalam sebuah negara akan terikat oleh aturan-aturan hukum dalam sebuah negara. Oleh karena itu, segala pikiran, perbuatan, tindakan, dan tingkah laku manusia harus sesuai dengan norma-norma atau aturan-aturan yang berlaku dalam negara setempat. Individu sebagai warga negara hendaknya dapat mempertanggungjawabkan segala tindakan dan tingkah lakunya kepada bangsa dan negara.


5) Tanggung Jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, mempunyai akal dan pikiran. Oleh karena itu, Tuhan menurunkan ajaran berupa perintah dan larangan bagi makhluk-Nya, khususnya bagi manusia. Manusia bertanggung jawab untuk beribadah menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Jadi, contoh tanggung jawab manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa antara lain beribadah sesuai ajaran agama yang dianut.

D. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila

1.Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Ketuhanan yang Maha Esa”
  1. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Toleransi dan penghormatan kepada agama atau kepercayaan lain
  3. Kerukunan antarumat beragama.

2.Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Kemanusian yang Adil dan Beradab”
  1. Persamaan derajat
  2. Menghargai hak asasi manusia
  3. Solidaritas antar sesama manusia
  4. Perdamaian.

3.Sila ketiga mengandung nilai-nilai persatuan,
  1. Menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Cinta perdamaian dan persatuan
  3. Tidak egosentris.

4. Sila keempat mengandung nilai-nilai kerakyatan
  1. Mendahulukan kepentingan dan tujuan bersama
  2. Melaksanakan musyawarah dan demokrasi untuk mengambil keputusan bersama
  3. Bijaksana dalam menyelesaikan masalah

5. Sila kelima Pancasila mengandung nilai-nilai keadilan sosial
  1. Adil, sesuai kebutuhan tiap orang atau kelompok, bukan dibagi sama rata
  2. Suka bekerja keras
  3. Menghormati kedaulatan bangsa sendiri dan bangsa lain
  4. Menganggap bangsa lain sama derajatnya

E. Bhinneka Tunggal Ika

Upaya yang perlu dilakukan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kita harus memahami dan mengamalkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang terdapat pada pita yang digenggam oleh burung Garuda Pancasila.

Istilah Bhinneka Tunggal Ika ini diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Semboyan ini sangat cocok bagi bangsa Indonesia dan perlu diemban. Seperti kita ketahui, bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa, maka hal itu jangan sampai menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk bersatu menjaga dan mewujudkan satu kesatuan Negara Republik Indonesia.

Melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini, kita harus dapat menjadikan pegangan bagi masyarakat untuk mewujudkan keutuhan NKRI. Semboyan ini mengajarkan kita untuk menghindari perpecahan karena adanya perbedaan. Perbedaan yang ada justru dapat dijadikan sebagai kekayaan bangsa, sebagai modal dalam mengembangkan dan memajukan bangsa Indonesia.